Pages

Sabtu, 19 Oktober 2013

ADA BERAPA SIH JENIS IGUANA?


Hallo guys dan para new comers, kali ini saya akan memperkenalkan jenis-jenis Iguana. Ternyata Iguana itu hanya terdapat 1 jenis, yaitu Iguana hijau ... you belive? If u belived, u wrong guys, i’m just kidding hehehe..

Ternyata iguana itu tidak hanya Iguana hijau, memang biasanya Iguana hijau paling sering kita jumpai di
toko-toko ataupun di rumah-rumah para pencinta hewan ini. Iguana jenis lain biasanya susah untuk ditemuin, terkadang kalo ada pun harganya bisa sangat mahal dan menguras kantong.


Berikut adalah klasifikasi ilmiah Iguana :

Kerajaan : Animalia

Filum Chordata

Kelas : Sauropsida

Ordo : Squamata

Famili : Iguania

Genus : Iguana



Berikut 7 Kelas dari Iguana :

Iguana gurun, Dipsosaurus.

Iguana ekor berduri, Ctenosaura.

Iguana berpelindung kepala, Lemanctus.

Iguana berhelm, Corytophanes.

Iguana batu dan badak, Cyclura.

Iguana Madagaskar, Chalarodon.

Iguana hijau.



Spesies dari jenis-jenis Iguana :

Yucatan spiny-tailed iguana (Ctenosaura defensor)

Yellowback spiny-tailed iguana (Ctenosaura flavidorsalis)

Utila spiny-tailed iguana (Ctenosaura bakeri)

Tarapaca Pacific iguana (Microlophus tarapacensis)

San Salvador iguana (Cyclura rileyi)

Skull tree iguana (Liolaemus occipitalis)

Santa Fe land iguana (Conolophus pallidus)

Roatan spiny-tailed iguana (Ctenosaura oedirhina)

Rhinoceros iguana (Cyclura cornuta)

Oaxacan spiny-tailed iguana (Ctenosaura oaxacana)

Northern Bahamian rock iguana (Cyclura cychlura)

Mona Island iguana (Cyclura stejnegeri)

Michoacan dwarf spiny-tailed iguana (Ctenosaura clarki)

Lesser Antillean iguana (Iguana delicatissima)

Fiji banded iguana (Brachylophus fasciatus)

Lutz’s tree iguana (Liolaemus lutzae)

Honduran paleate spiny-tailed iguana (Ctenosaura melanosterna)

Hispaniolan ground iguana (Cyclura ricordii)

Guatemalan spiny-tailed iguana (Ctenosaura palearis)

Green iguana (Iguana Iguana)

Galapagos marine iguana (Amblyrhynchus cristatus)

Galapagos land iguana (Conolophus subcristatus)

Five keeled spiny tailed iguana (Ctenosaura quinquecarinata)

Fiji crested iguana (Brachylophus vitiensis)

Collared iguana (Oplurus cuvieri)

Cayman Island blue iguana (Cyclura lewisi)

Cayman Islands ground iguana (Cyclura nubila)

Campeche spiny tailed iguana (Ctenosaura alfredschmidti)

Bahamas rock iguana (Cyclura carinata)

Jamaican ground iguana (Cyclura collei)

Anegada ground iguana (Cyclura pinguis)


Semoga pembahasan di atas dapat menambah wawasan kalian hehe
See u in next artikel :D



KENALAN YUK SAMA GREEN IGUANA


Kenalan yuk :), jarang-jarangkan baca artikel ada yang ngajak kenalan? Hehehe kidding guys :D. Sakarang saya akan membagikan informasi mengenai Green Iguana (Iguana Iguana), Iguana hijau merupakan Iguana yang sudah tidak asing lagi bagi para pencinta hewan ini, karena umumnya hewan ini paling sering ditemui di toko-toko reptile. Sebelum memelihara ada baiknya berkenalan bukan? hehe

Nama Iguana hijau
Nama Latin Iguana iguana

Negara Asal
Amerika bagian Tengah dan bagian Selatan Central and South America. Iguana yang import kebanyakan dari Columbus, El Salvador, Hoduras, Peru, Mexico dan Suriname.

Size: Iguana dewasa bisa mencapai 1.8 mtr.

Umur: Apabila di pelihara dengan baik bisa mencapai usia 20 tahun.

Catatan: Banyak orang yang berpikir bahwa Iguana adalah hewan untuk pemula dalam pemeliharaan reptile, tapi sebetulnya itu adalah hal yang keliru. Iguana memerlukan penanganan yang serius yang biasanya diluar dari kemampuan pemula. Hal ini disebabkan kurangnya informasi dan pengetahuan yang menyebabkan Iguana mati sebelum dewasa. Dalam memelihara Iguana, harus memperhatikan kandang dan makanan.

Penampilan Umum: Iguana adalah hewan yang paling sering dikenal sibagai Kadal. Iguana memiliki lima jari di tiap kakinya, memiliki “jengger”. Semua jenis Iguana memiliki duri yang berada di sepajang punggungnya. Berbeda dengan yang diketahui masyrakat bahwa warna iguana adalah hijau, semua juvenil mempunyai warna hijau, tapi setelah mereka dewasa, warna tubuhnya berubah menjadi coklat cenderung oranye dengan garis pada ekornya.
Kandang: 2.5 – 3.6 M Panjang x 1.2 – 1.5 lebar x 1.8 m Tinggi. Tempat minum harus disediakan di dalam kandang. Ranting untuk menajat atau pohon juga bisa disedikan di dalam kandang.
Temperature: Iguanas berasal dari tempat yang bersuhu tropic dan perlu tempat yang hangat, Suhu yang baik adalah 26 C s/d 29 C, tempat berjemur 32 C s/d 35 C. sebaiknya di kandang di pasang Thermometer untuk memantau keadaan suhu.

Panas dan Pencahayaan: Sinar UV baik untuk menjaga metabolism dan pertumbuhan tulang pada Iguana, Tanpa sinar ultra violet Iguana akan mudah sakit dan bisa menyebabkan kematian.
Alas: Iguanas sering kali menggunakan lidahnya untuk mengidentasi suatu benda maka alas yang berbahan dari serutan kayu tidak bisa digunakan karena akan menyebabkan tertelannya benda yang ada. Sebagai alas bisa digunakan Kertas koran atau kertas bekas, bisa juga di gunakan sejenis carpet karet atau bisa juga digunakan.

Kelembaban: Kelembaban yang disukai adalah 65 % – 75 % . bisa digunakan pengairan yang menggunakan mesin atau pun bisa juga disemprot sehari dua kali untuk mempertahankan kelembaban.

Diet: Iguana adalah binatang pemakan tumbuhan. Sebaiknya untuk memberikan makanan dari bahan yang terbuat dari tumbuahn yang terdiri dari 40 – 45 % hijau –hijauan (collard, turnip, mustard, dandelion, escalore dan Cress), Kemudian 40 – 45% adalah Sayuran (green bean, butternut, kabocha, snap dan atau peas, pasnip, asparagus, okra, alfalfa (yang matang bukan tunas), onions, mushrooms, bell peppers, sweet potato, zucchini, yellow squash dan carrot ). 5 – 10 % adalah (Blackberris, strawberri, raspberri, grapes, manggo, melon, papaya, banana dan apel.) Tidak dianjurkan memberi makanan dari tanaman liar karena bisa menyebabkan iguana terkena penyakit.

Maintenance: Jagalah agar kandang selalu bersih, alas dan kandang bisa dibersihkan dengan pemutih dicampur air sebnyak 5 %, setelah itu disiram dengan air bersih agar sisa pemutihnya hilang, dan tidak meracuni Iguana. Selalu cuci sebelum dan setelah memegang iguana dan atau alat-alatnya.

Semoga pembahasan di atas dapat menambah wawasan kalian hehe
See u in next artikel :D

KENALAN YUK DENGAN IGUANA



Artikel kali ini saya akan membahas tentang Iguana,  hewan eksotis ini sudah tidak asing lagi ditelinga kalian, bahkan mungkin para pembaca sudah memeliharanya di rumah dan mungkin kalian sudah bergabung dalam komunitas pencinta Iguana itu sendiri hehe 

Iguna merupakan hewan yang berasal dari daratan Amerika Selatan, Brazil, Venezuela, Amerika tengah, dan juga ada di Kepulauan Karibia. Iguana pertama kali disebut oleh seorang naturalis kebangangsaan Austria, yaitu Josephus Nicolaus Laurenti pada tahun 1768.

Hewan yang memiliki kemiripan dengan kadal ini hidupnya berada di daerah tropis, biasanya dijumpai di daratan, padang rumput, dan pohon-pohon rindang. Hewan ini tergolong hewan herbivora, pemakan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, biasanya di alam liar dia lebih menyukai dedaunan segar, kembang sepatu, dan rumput. Hewan ini memiliki penglihatan yang baik dan bisa melihat bentuk, bayangan, warna, dan gerakan pada jarak yang jauh. Matanya digunakan untuk mengarahkannya mengarungi hutan lebat, dalam menemukan makanan.

Iguana memiliki lipatan kulit di bawah rahang, dan sekumpulan kulit keras yang berderet di punggungnya hingga ekor, dan mata ketiga atau mata parietaldi kepalanya. Belakang lehernya ada sisik kecil yang menyerupai paku panjang (tuberculate scale), dan sisik besar bundar di pipinya (selubung subtimpani). Telinga hewan ini disebut timpanum, yang terdapat di kanan atas selubung subtimpani dan di belakang mata.
Mereka merespon rangsangan visual berupa warna seperti jingga, kuning, merah muda, dan biru yang terdapat pada substansi makanan mereka, oleh karena itu mereka sulit ditemukan karena kemampuannya untuk menyatu dengan lingkungan.

Semoga pembahasan di atas dapat menambah wawasan kalian hehe
See u in next artikel :D

KENALAN YUK DENGAN IGUANA



Artikel kali ini saya akan membahas tentang Iguana,  hewan eksotis ini sudah tidak asing lagi ditelinga kalian, bahkan mungkin para pembaca sudah memeliharanya di rumah dan mungkin kalian sudah bergabung dalam komunitas pencinta Iguana itu sendiri hehe 

Iguna merupakan hewan yang berasal dari daratan Amerika Selatan, Brazil, Venezuela, Amerika tengah, dan juga ada di Kepulauan Karibia. Iguana pertama kali disebut oleh seorang naturalis kebangangsaan Austria, yaitu Josephus Nicolaus Laurenti pada tahun 1768.

Hewan yang memiliki kemiripan dengan kadal ini hidupnya berada di daerah tropis, biasanya dijumpai di daratan, padang rumput, dan pohon-pohon rindang. Hewan ini tergolong hewan herbivora, pemakan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, biasanya di alam liar dia lebih menyukai dedaunan segar, kembang sepatu, dan rumput. Hewan ini memiliki penglihatan yang baik dan bisa melihat bentuk, bayangan, warna, dan gerakan pada jarak yang jauh. Matanya digunakan untuk mengarahkannya mengarungi hutan lebat, dalam menemukan makanan.

Iguana memiliki lipatan kulit di bawah rahang, dan sekumpulan kulit keras yang berderet di punggungnya hingga ekor, dan mata ketiga atau mata parietaldi kepalanya. Belakang lehernya ada sisik kecil yang menyerupai paku panjang (tuberculate scale), dan sisik besar bundar di pipinya (selubung subtimpani). Telinga hewan ini disebut timpanum, yang terdapat di kanan atas selubung subtimpani dan di belakang mata.
Mereka merespon rangsangan visual berupa warna seperti jingga, kuning, merah muda, dan biru yang terdapat pada substansi makanan mereka, oleh karena itu mereka sulit ditemukan karena kemampuannya untuk menyatu dengan lingkungan.

Semoga pembahasan di atas dapat menambah wawasan kalian hehe
See u in next artikel :D

Tips mengadopsi Kucing Persia dan Anggora

Ok,bagi kalian semua pecinta kucing persia atau anggora yang mau mengadopsi atau istilah umumnya membeli kucing Persia/Anggora. tentunya temen-temen haruslah lebih hati-hati dan jangan sampai menyesal karena salah adopsi.saya serius loh hehe. Nah gimana supaya temen-temen gak salah adopsi, saya akan akan memberi tips untuk memilih dan melihat kucing yang sehat dan baik untuk temen-temen adopsi :)

1.memilih sesuai kepribadian
Caranya temen2 yang mau membeli harus bisa melihat kepribadian kucing tersebut.Loh,emang bisa?bisa dong :)
kepribadian kucing ada yang berwatak pemalas, penurut, dan penyayang. kalau temen2 mencari yang untuk indukan sebaiknya pilihlah kucing yang berumur 1 tahunan dan tentunya berwatak penyayang, bila temen2 ingin yang masih kecil atau anakan maka temen2 harus memilih yang aktif dan manja.


2.memilih warna bulunya
temen2 harus melihat dan memilih warnanya juga, karena warna akan sangat mempengaruhi anakan kucing yang nanti dilahirkan. dan lebih baik pilihlah warna yang terang.jangan warna yang cenderung gelap/kusam


3.memilih warna mata
bukan hanya warna bulu kucing aja yang perlu kita pilih, tapi temen2 juga harus melihat warna bola matanya juga. karena warna mata dapat mempengaruhi anakan kucing yang dilahirkan. bila kucing berwarna terang atau berwarna putih maka matanya berwarana abu2 atau biru.


4.pemeriksaan seluruh badan dan bulu
temen2 harus hati2,cobalah untuk lebih teliti karena jangan sampai temen2 membeli kucing yang bulunya memiliki jamur, karena jamur pada kucing juga bisa menular ke manusia juga. rabalah seluruh bagian badan kucing untuk memastikan tidak ada bulu yang menggumpal, tapi bila ada bulu yang menggumpal coba lihat pada dasar kulitnya mungkin karena adanya jamur di kulitnya. kemudian lihat juga kulitnya apakah ada bekas luka dan benjolan2 kecil yang menyerupai jerawat. kalau semua itu ada sebaiknya urungkan saja niat temen2 untuk membeli karena kucing tersebut positif punya penyakit kulit,daripada menyesal nanti


5. lihat gigi dan telinga
temen2 harus memeriksa bentuk gigi apakah giginya bersih dan utuh, selain itu juga lihat kebersihan telinga dan bentuk telinganya. terkadang kucing juga terkena penyakit telinga karena penyakit tersebut sangat pempengaruhi bentuk telinga kucing atau juga biasa disebut scabies.


6. buku vaksinasi
temen2 juga jangan sampai terkecoh dengan penawaran harga yang terlalu murah, tapi temen2 harus tanyakan dan lihat dulu buku vaksinasinya. karena sangat berguna dan penting. ingat kucing yang sudah di vaksin lebih kuat dan tahan akan penyakit. karena pada umumnya kucing ras Persia atau angora berbeda dengan kucing jenis biasa/domestik,kucing ini memerlukan perlakuan khusus(akan kita bahas nanti) kucing Persia/Anggora yang tidak dirawat dengan khusus sangat rentan sakit bahkan bisa mati.


Nah,itulah sedikit tips bagaimana memilih kucing Persia/Anggora yang baik dan sehat,Tentunya kalian ingin memelihara kucing kalian dengan kondisi sehat bukan?semoga artikel ini membantu kalian :)

salam dari yang ngetik :D

referensi dan sumber:
www.kucingpersian.com

Beternak kakak tua

Beternak burung jenis paruh bengkok seperti kakatua, bayan atau nuri, ternyata tidak sesusah dibilang orang. Asalkan peternak memahami betul karakter burung tersebut, maka segalanya akan menjadi mudah. Seperti yang dilakukan PT Anak Burung Bali Tropikana (ABBT) yang beralamat d Jalan Dangin Puri Banjar Apuan Singapadu Gianyar Bali, ratusan jenis burung paruh bengkok dengan mudah dikembangbiakkan.


Seperti diberitakan Agrobis Burung edisi Minggu 1 Juni 2010, PT Bali Tropikana yang berdiri tahun 90-an telah berhasil menangkarkan berbagai jenis burung kakatua seperti kakatua hitam, alba, medium, molukan, laser, citron, sanguinea, dan govin, bayan sekitar 6 jenis dan nuri sekitar 60 jenis. Awalnya sasarannya pasar internasional, tetapi kini lebih memfokuskan ke pasar nasional.

Menurut Dewa Astawa, penanggung jawab penangkaran, beternak jenis paruh bengkok cukup sederhana asalkan memahami betul karakter burung tersebut. Seluruh binatang, kata Dewa Astawa punya naluri yang kuat untuk berbiak ketika sudah memasuki umur dewasa. Persoalannya adalah bagaimana membangkitkan naluri berbiaknya tersebut di dalam kandang?

Untuk itu, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi. Baik eksternal dan internal. Dari luar mesti dipersiapkan kandang yang ideal untuk indukan. Jenis kakatua biasanya menyukai kandang yang berukuran luas. Ukuran kandang kakatua raja diusahakan tidak lebih kecil dari luas 2x3x1,5 meter. Nuri bisa lebih kecil sedikit akan tetapi burung tidak boleh merasa tertekan.

Jenis paruh bengkok biasanya menyukai sarang yang gelap dan agak dalam. Untuk ilu diperlukan bahan dari kayu kelapa atau enau. “Diusahakan burung benar-benar nyaman di kandang.” tambah Dewa yang meyakinkan kalau sudah nyaman ia akan terangsang untuk kawin. Kebersihan kandang juga penting agar terhiondar dari penyakit seperti penyemprotan desinfektan secara periodik.

Faktor makanan, katanya, juga berperan penting. Kecukupan pakan akan mendorong burung untuk berbiak. Jika burung tidak sehat maka otomatis naluri berbiaknya akan terhenti. Untuk penangkaran juga perlu dipilih indukan yang sehat dan cukup umur. Misalnya dewasa mulai birahi umur 2,5 tahun sampai 3 tahun. Namun khusus kakatua raja, bisa mencapai 4 tahunan. Lebih baik kakatua mencari pasangan sendiri kemudian dipisahkan dari kumpulan indukan di sangkar kecil. Namun ketika dipasangkan di dalam sangkar, burung tersebut mesti diperhatikan beberapa jam karena ada kemungkinan bertengkar.

Cara lain untuk mempercepat penjodohan dengan jalan menyuntikkanobat anti stres agar burung lebih tenang. Jika sudah benar-benar jodoh, ditandai dengan bercumbu, barulah dipindahkan ke kandang penangkaran.

Pakan, tentukan produktivitas
Jenis paruh bengkok, kata Dewa Astawa, umumnya mengkonsumsi kacang-kacangan dan buah-bua-an. Makanan ini diberikan ada yang dalam bentuk yang sudah direbus dan masih kering (biji matahari, kenari seed dan millet). Pakan basah dan kering sebaiknya diberikan secara berdampingan.
Jenis kakatua doyan menyantap makanan basah dan kering. Sedangkan semua jenis nuri di Bali Tropikana yang terdapat 60 jenis di antaranya nuri kepala hitam yang laris diminati penghohi burung, justru hanya mengkonsumsi makanan yang dalam kondisi cair. Makanan nuri yakni berbagai jenis sayur yang berwarna hijau seperti bayam dan kangkung dan berbagai buah seperti pisang, pepaya, apel dan jeruk. Ada yang dipotong-potong kecil namun di Bali Tropikana lebih memilih diblender menyerupai jouce ditambah dengan gula jawa.

Semua burung yang ada di Bali Tropikana tidak mengonsumsi voer. Karena jika memberikan voer mesti agak hati-hati, tidak boleh berlebihan apalagi tersisa. Voor basah yang masih sisa di tempat atau di sekitar mulut sampai esok hari akan mudah dihinggapi bakteri yanii membuat burung menjadi sakit.


Sekilas tentang kakak tua jambul kuning

Kakatua Kecil Jambul Kuning merupakan satu dari enam spesies kakatua yang terdapat di Indonesia. Burung berparuh bengkok ini mempunyai ciri khas bulu putih yang menutupi hampir seluruh tubuhnya dan jambul yang berwarna kuning.

Ciri-ciri Fisik dan Perilaku.
Salah satu spesies kakatua ini mempunyai ukuran sedang dengan panjang sekitar 35 cm. Semua bulunya berwarna putih semua. Di kepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan. Kakatua-kecil jambul-kuning memiliki paruhberwarna hitam serta kulit di sekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekor burung langka ini berwarna kuning.

Kakatua Kecil Jambul Kuning dalam bahasa latin disebut Cacatua sulphurea (Gmelin, 1788). Sedang dalam bahasa Inggris burung yang nyaris punah ini disebut Yellow-crested Cockatoo atauLesser Sulphur-crested Cockatoo. Burung berparuh bengkok ini mendiami daerah hutan, pingiran hutan, semak hingga daerah pertanian dengan ketinggian mencapai 800 meter dpl. Jenis kakatua ini membuat sarang pada batang-batang pohon tertentu. Makanan burung ini adalah biji-bijian, kacang, dan aneka buah-buahan. Sebagaimana jenis kakatua lainnya, Kakatuan Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) merupakan burung yang pandai. Burung yang nyaris punah ini dapat dilatih untuk melakukan berbagai gerakan dan menirukan ucapan manusia.

Anak jenis dan Persebaran Kakatua Kecil Jambul Kuning. Kakatuan Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) merupakan burung endemik Indonesia dan Timor Leste. Burung yang nyaris punah ini tersebar di seluruh Nusa Tenggara (termasuk Bali dan Timor), Sulawesi dan pulau sekitarnya, serta di kepulauan Masalembu.

Kakatuan Kecil Jambul Kuning terdiri atas 4 subspesies (anak jenis), yaitu:

Cacatua sulphurea sulphurea; Anak jenis ini tersebar mulai dari pulau Sulawesi, Muna, Buton, Tanahjampea, Kayuadi, Kalao, Madu, Kalaotoa, dan Kepulauan Tukangbesi.

Cacatua sulphurea parvula; Anak jenis ini tersebar di Nusa Tenggara, kecuali Pulau Sumba (Lombok, Sumbawa, Moyo, Padar, Rinca, Komodo, Flores, Pantar, Alor, Semau, dan Pulau Timor). Selain itu terdapat juga di Nusa Penida dan Bali.

Cacatua sulphurea citrinocristata; merupakan anak jenis endemik Pulau Sumba. Anak jenis ini mempunyai jambul berwarna orange.

Cacatua sulphurea abbotti; Anak jenis ini merupakan endemik kepulauan Masalembu. Masalembu merupakan kepulauan di Laut Jawa yang terdiri tiga pulau (Masalembu, Masakambing, dan Keramaian). Kepulaun ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Populasi dan Konservasi. Populasi Kakatua Kecil Jambul Kuning semakin terancam punah. Menurut data IUCN Redlist (2007), populasi burung ini di alam bebas diperkirakan tidak lebih dari 7.000 ekor saja. 3.200-5.000 ekor terdapat di pulau Sumba, 500 ekor di pulau Komodo, 200-300 ekor di Timor Leste, 200-300 ekor di Sulawesi, 20-50 di Timor Barat, 40-70 di Flores, 50-100 di Sumbawa, 100 di Pulau Rinca dan sekitar 700 burung di berbagai pulau lainnya.

Bahkan berdasarkan survei Bird Life Internasional, populasi burung berjambul kuning ini jauh lebih sedikit. Seperti populasi anak jenis C. s. abbotti yang endemik Masalembu (2008) tinggal 10 ekor dan C. s. sulphurea diperkirakan hanya tinggal 24 ekor saja. Sedangkan dua anak jenis lainnya (C. s. citrinocristata dan C. s. parvula) diperkirakan populasi masing-masing masih di atas 500-an ekor.


Populasinya yang semakin menurun dan nyaris terancam punah membuat membuat IUCN Redlist memasukkan burung ini dalam status konservasi Critically Endangeredsejak 2000. CITES juga telah memasukkan burung ini dalam daftar Apendik I sejak 2005. Dan oleh pemerintah sendiri, burung Kakatua Kecil Jambuil Kuning (Cacatua sulphurea) termasuk binatang yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.

Meskipun demikian, penurunan populasi masih terus terjadi. Penurunan ini diakibatkan oleh perburuan dan perdagangan bebas. Tidak sedikit burung Kakatua Kecil Jambul Kuning yang ditangkap dari alam liar kemudian di jual ke luar negeri. Padahal burung ini telah terdaftar dalam CITES Apendiks I yang artinya sama sekali tidak boleh diperdagangkan secara komersil. Hal ini masih diperparah dengan degradasi habitat (kerusakan hutan) yang terjadi di Indonesia.

Menurut data dari LSM Burung Indonesia, Selama tahun 1981-1992 sebanyak 97 ribu ekor kakatua kecil jambul kuning telah diekspor keluar Indonesia. Pada 1993, lebih dari seribu ekor burung ini telah diselundupkan melalui Singapura.

Satu fakta unik saya dapatkan dari www.burung.org. Hingga tahun 1999, tercatat jumlah populasi burung Kakatuan Kecil Jambul Kuning yang terbentuk tanpa sengaja di Singapura (sebanyak 200 ekor) dan Hong Kong (30-50 ekor). Terbentuknya populasi di luar habitat aslinya ini diperkirakan akibat pelepasan burung peliharaan baik disengaja ataupun tidak.

Terciptanya populasi baru di luar negeri dan semakin langka serta terancam punahnyaKakatuan Kecil Jambul Kuning di berbagai habitat aslinya di Indonesia membuat miris. Bisa jadi suatu ketika burung ini punah dari Indonesia dan populasi malah berkembang biak di luar negeri.