Pages

Senin, 12 Maret 2012

ASI vs Susu Formula




ASI vs Susu Formula

Kita sering mendengar kampanye agar tiap ibu yang baru melahirkan memberikan ASI pada sang buah hati, 

bahkan sebisa mungkin ASI eksklusif, yaitu ASI tanpa makanan lain pendamping ASI selama setidaknya 

6 bulan pertama usia bayi.

ASI memang makanan yang paling cocok untuk bayi manusia, demikian pula halnya dengan susu sapi, 
tentunya paling cocok untuk bayi sapi, dan bukan bayi manusia. Untuk lebih meyakinkan,
 berikut beberapa keunggulan ASI dibanding dengan susu formula.











SUMBER GIZI SEMPURNA




ASI
Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan 
kecerdasan bayi. Antara lain, faktor pembentuk sel-sel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi.

ASI juga mengandung Whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada 
Casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65:35.
 Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.

Susu formula
Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. 
Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein.
 Perbandingan whey dan casein dalam susu sapi adalah 20:80.

Chemical composition of human milk compared with milk from various species



MUDAH DICERNA


ASI
Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang dari 5 bulan. ASI mudah
dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan.

Susu formula
Lebih sulit dicerna karena tidak mengandung enzim pencernaan. Akibatnya, lebih banyak sisa
pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme (proses pembakaran zat-zat di dalam
 tubuh menjadi energi, sel-sel baru, dan lain-lain) yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.





Kolostrum







KOMPOSISI SESUAI KEBUTUHAN


ASI
Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari.
 Misalnya KOLOSTRUM (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal
kelahiran) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan
Laktosa (gula susu) yang lebih rendah dibandingkan
ASI mature (ASI yang keluar hari ke-10 setelah melahirkan).

Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang
memang belum berfungsi optimal. Selain itu komposisi ASI pada saat mulai menyusui (Fore Milk)
 berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (Hind Milk).

Kandungan protein Fore Milk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah
bila dibandingkan dengan Hind Milk (berwarna putih dan kental). Makanya, jangan terlalu cepat
 memindahkan bayi untuk menyusu pada yang lain, bila ASI pada payudara yang
sedang diisapnya belum habis.

Susu formula
Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).


Fore Milk & Hind Milk:







MENGANDUNG ZAT PELINDUNG


ASI
Mengandung banyak zat pelindung, antara lain immunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup.
 Selain itu, ASI mengandung faktor bifidus. Zat ini penting untuk merangsang pertumbuhan
 bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan atau penyakit
yang ditimbulkan oleh infeki beberapa jenis bakteri merugikan, seperti keluarga coli.

Susu formula
Hanya sedikit mengandung IMMUNOGLOBULIN, dan sebagian besar merupakan jenis yang
"salah" (tidak dibutuhkan oleh tubuh bayi). Selain itu, tidak mengandung sel-sel darah
putih dan sel-sel lain dalam keadaan hidup.




CITA RASA BERVARIASI


ASI
Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam
makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.

Susu formula
Bercita rasa sama, dari waktu ke waktu.


ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) tanpa makanan
tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan.

Jikalau pun mampu, hingga usia bayi 2 tahun akan lebih baik.

Ibu yang sedang menyusui sangat disarankan untuk menjaga pola
makannya. Artinya, jangan sampai kurang gizi dan harus bergizi.
Selain itu, makanan dengan citarasa yang kuat seperti asam atau
pedas juga sebaiknya dihindarkan dulu.











Ref Link
Download file Excel
Spoiler for Daya tahan penyimpanan ASI
sumber: www.kaskus.us






ASI vs Susu Formula




ASI vs Susu Formula

Kita sering mendengar kampanye agar tiap ibu yang baru melahirkan memberikan ASI pada sang buah hati, 

bahkan sebisa mungkin ASI eksklusif, yaitu ASI tanpa makanan lain pendamping ASI selama setidaknya 
6 bulan pertama usia bayi.

ASI memang makanan yang paling cocok untuk bayi manusia, demikian pula halnya dengan susu sapi, 
tentunya paling cocok untuk bayi sapi, dan bukan bayi manusia. Untuk lebih meyakinkan,
 berikut beberapa keunggulan ASI dibanding dengan susu formula.











SUMBER GIZI SEMPURNA



ASI
Mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan 
kecerdasan bayi. Antara lain, faktor pembentuk sel-sel otak, terutama DHA, dalam kadar tinggi.

ASI juga mengandung Whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada 
Casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65:35.
 Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.

Susu formula
Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. 
Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein.
 Perbandingan whey dan casein dalam susu sapi adalah 20:80.

Chemical composition of human milk compared with milk from various species



MUDAH DICERNA


ASI
Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang dari 5 bulan. ASI mudah
dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan.

Susu formula
Lebih sulit dicerna karena tidak mengandung enzim pencernaan. Akibatnya, lebih banyak sisa
pencernaan yang dihasilkan dari proses metabolisme (proses pembakaran zat-zat di dalam
 tubuh menjadi energi, sel-sel baru, dan lain-lain) yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.





Kolostrum







KOMPOSISI SESUAI KEBUTUHAN


ASI
Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari.
 Misalnya KOLOSTRUM (cairan bening berwarna kekuningan yang biasanya keluar pada awal
kelahiran) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan
Laktosa (gula susu) yang lebih rendah dibandingkan
ASI mature (ASI yang keluar hari ke-10 setelah melahirkan).

Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang
memang belum berfungsi optimal. Selain itu komposisi ASI pada saat mulai menyusui (Fore Milk)
 berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (Hind Milk).

Kandungan protein Fore Milk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah
bila dibandingkan dengan Hind Milk (berwarna putih dan kental). Makanya, jangan terlalu cepat
 memindahkan bayi untuk menyusu pada yang lain, bila ASI pada payudara yang
sedang diisapnya belum habis.

Susu formula
Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).


Fore Milk & Hind Milk:







MENGANDUNG ZAT PELINDUNG


ASI
Mengandung banyak zat pelindung, antara lain immunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup.
 Selain itu, ASI mengandung faktor bifidus. Zat ini penting untuk merangsang pertumbuhan
 bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan atau penyakit
yang ditimbulkan oleh infeki beberapa jenis bakteri merugikan, seperti keluarga coli.

Susu formula
Hanya sedikit mengandung IMMUNOGLOBULIN, dan sebagian besar merupakan jenis yang
"salah" (tidak dibutuhkan oleh tubuh bayi). Selain itu, tidak mengandung sel-sel darah
putih dan sel-sel lain dalam keadaan hidup.




CITA RASA BERVARIASI


ASI
Cita rasa ASI bervariasi sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam
makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.

Susu formula
Bercita rasa sama, dari waktu ke waktu.


ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) tanpa makanan
tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan.

Jikalau pun mampu, hingga usia bayi 2 tahun akan lebih baik.

Ibu yang sedang menyusui sangat disarankan untuk menjaga pola
makannya. Artinya, jangan sampai kurang gizi dan harus bergizi.
Selain itu, makanan dengan citarasa yang kuat seperti asam atau
pedas juga sebaiknya dihindarkan dulu.











Ref Link
Download file Excel
Spoiler for Daya tahan penyimpanan ASI
sumber: www.kaskus.us





\\\

Mengenal Emas





Mengenal
EMAS yuks..



Quote:
Emas sekarang sedang jadi tren. Entah itu untuk investasi atau untuk perhiasan. Atau kedua-duanya. Sebetulnya ini bukan cerita baru. Namun semenjak dunia sekarang akrab dengan krisis ekonomi dan inflasi, orang mulai menengok emas sebagai media investasi yang (katanya) harganya stabil dan selalu naik.

Emas adalah unsur logam yang bersifat lembek, mengkilap, kuning, berat, mudah dibentuk, dan ulet. Dan terpenting adalah sifat emas yang tidak mudah beraksi dengan bahan kimia lainnya yang menjadikannya bahan mulia, memiliki simbol kimia Au (dari bahasa latin Aurum), mempunyai nomor atom 79 dan berat atom 196,97. Kode ISO-nya adalah XAU. Satuan berat emas dinyatakan dalam beberapa unit, diantaranya adalah grain, oz, dan gram.


Quote:
1 oz = 1 troy ounce = 31.1034768 gram
1 kilogram = 1000 gram = 32.1507465686 troy ounce



Native GOLD Nuggets


Spoiler for Emas batangan sebelum di bentuk
Quote:
Karat adalah tetapan yang biasa digunakan untuk menyebutkan kadar kandungan emas. Untuk mengenal emas, kita terlebih dahulu mengenal istilah "kadar" dalam emas. Kadar merupakan tingkat keaslian emas, atau jumlah kandungan kemurnian emas. Kadar 24 karat dinyatakan sebagai emas murni. Jadi emas kadar 23 karat berarti tingkat kemurniannya adalah 23/24 X 100% atau sekitar 95,8%.

Quote:

Jadi bila emas kadar 22 karat dengan berat 15 gram,
maka kandungan emas murninya = (22/24) x 15 = 13.75 Gram.
Untuk mempermudah, sudah tersedia tetapan untuk menentukan karat berdasar kadarnya. Menurut SNI (Standart Nasional Indonesia) - No : SNI 13-3487-2005 standard karat sbb:



KARAT KADAR EMAS

24 K = 99,00 - 99,99%
23 K = 94,80 - 98,89%
22 K = 90,60 - 94,79%
21 K = 86,50 - 90,59%
20 K = 82,30 - 86,49%
19 K = 78,20 - 82,29%
18 K = 75,40 - 78,19%
Quote:
NAMA-NAMA UNTUK EMAS

Terdapat beberapa nama emas berdasarkan jenis logam campurannya:

• BLUE GOLD, emas dengan campuran besi.

• GREEN GOLD, emas dengan campuran lebih banyak perak daripada tembaga.

• PINK GOLD atau ROSE GOLD, campuran 50% emas, 45% tembaga, 5% perak.

• WHITE GOLD, emas dengan campuran nikel, seng, tembaga, timah, dan mangan.

• YELLOW GOLD, campuran 50% emas, 25% perak, dan 25% tembaga.

Selain itu pula terdapat nama NORDIC GOLD, suatu campuran logam untuk memberi kesan warna emas, tetapi sama sekali tidak tergolong emas. Umumnya dipakai dalam pembuatan perhiasan atau koin. Komposisinya adalah 89% copper, 5% aluminium, 5% zinc, and 1% tin. dan sama sekali tidak mengandung emas.
Quote:
Emas untuk perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain. Hal ini karena emas murni (100%) sangatlah lunak dan sulit untuk dibentuk.

Logam yang biasa digunakan untuk bahan campuran adalah nikel, tembaga, perak, seng, rhodium dan lainnya. Perhiasan dengan kadar emas 80% menyatakan bahwa kandungan emas dalam perhiasan tersebut adalah 80%, sedangkan 20% sisanya berupa logam campuran bukan emas.

Lalu, bagaimanakah kita mengetahui kadar suatu emas?

  • Dengan Uji Gosok pada Batu, kemudian ditetesi Zat Kimia. Air uji yang digunakan adalah Asam Nitrat, Asam Klorida, Dan Campuran keduanya yang disebut air raja (AQUA REGIA). Emas dan Platina, tidak bereaksi terhadap cairan ini.
  • Pengujian dengan Gold Tester, Yaitu alat yang dapat mendeteksi karat dengan cara menempelkan ujung jarumnya ke perhiasan, alat ini mudah digunakan namun tidak bisa mendeteksi bagian dalamnya.
  • Pengujian dengan Berat Jenis, setiap benda mempunyai berat jenis atau SG (Specific Gravity). Emas dapat dengan mudah dikenali dengan mencari berat jenisnya. Berat jenis adalah Massa Zat itu dibagi Volumenya. Prosedur pemeriksaan dengan berat jenis adalah pertama kita tentukan berat emas kering (ditimbang diatas timbangan), kemudian kita tentukan berat emas jika ditimbang dalam air (Berat Basah).
Quote:
SERTIFIKAT EMAS

Spoiler for Contoh SERTIFIKAT EMAS dan Keterangan


Contoh SERTIFIKAT EMAS
dari Aneka Tambang Indonesia


1. Tulisan PT.Antam.Tbk : menunjukan bahwa emas dan sertifikat dibuatkan oleh PT Antam.

2. Fineness : 99.99% menunjukan bahwa emas antam tersebut merupakan emas 24 karat murni.

3. Weight (gram) : 10, menunjukan bahwa emas yang disertakan bersama sertifikat ini mempunyai berat 10 gram.

4. Dimension (mm) : Dimensi panjang, lebar dan tebal dari emas tersebut yang dinyatakan dalam satuan mili meter.

5. ID Number. ID Number ini merupakan nomor seri dari emas yang akan anda beli. PASTIKAN bahwa antara no seri di sertifikat dengan no seri yang dicetak dalam emas terkait SAMA, karena apabila berbeda maka sertifikat tidak berlaku dan harga emas tersebut apabila di jual akan turun dibawah rata-rata karena emas tersebut dianggap tidak memiliki sertifikat.
Quote:
Simpan nota pembelian emasnya karena akan diperlukan bila akan dijual kembali.

Hal ini dikarenakan tidak semua pembeli emas, baik dijual ditoko atau ditempat lainnya, ahli dalam menentukan kadar emas tersebut; karena untuk mengecek kadar emas memerlukan waktu dan teknologi yang belum tentu tersedia di tempat Anda menjualnya. Dan bila mungkin, jual-lah emas kembali di tempat Anda membelinya, karena tentunya akan lebih mudah dan tidak ada banyak pertanyaan seputar emasnya.
Quote:


EMAS PUTIH

Emas putih adalah campuran emas dan logam lain yg berwarna putih seperti Nikel (Ni), Perak (Ag), Palladium (Pd), Platinum (Pt) atau Rhodium (Rh). Adanya campuran logam-logam putih ini akan mengubah warna emas dari kuning menjadi putih. Emas putih supaya warnanya cemerlang maka perlu Plating (di sepuh) dengan Rhodium. Lama-lama Platingnya ini akan hilang sehingga emas putih perlu disepuh lagi dengan Rhodium supaya warnanya cemerlang.

Platina juga bisa digunakan untuk perhiasan. Platina (Pt) adalah logam berwarna putih. Dalam perhiasan, satuan kemurnian Platina dinyatakan dengan Pt900, Pt950 dan Pt1000. Pt900 artinya perhiasan tersebut mengandung platina 90% (900 from 1000). Umumnya yang digunakan dalam perhiasan adalah Pt900 dan Pt 950, meski ada juga Pt 1000 (platina murni).

Platina 2 kali lebih berat daripada emas. Harga pergramnya 2 sampai 2,5 kali lebih mahal daripada emas. Jadi untuk desain yang sama (bentuknya sama), maka cincin Platina akan lebih mahal 4-5 kali daripada emas. Oleh karena itu gelang atau kalung dari Platina akan sangat jarang ditemui karena harganya sangat mahal. Platina warnanya tidak akan pernah pudar.

Sekarang ini platina banyak digunakan sebagai cincin kimpoi. Hal ini karena emas, haram di pakai laki-laki muslim. Oleh karena itu platina digunakan sebagai pengganti emas.


Spoiler for Bongkahan EMAS PUTIH

source: kaskus.us


Ada Berapa Ekor Hamster Yang Kamu Miliki Saat Ini??









10 Etika Makan






10 Etika Makan





Jangan sampai terlambat mengenalkan dan mengajarkan etika makan kepada balita. Anda tentu ingin kelak anak tumbuh menjadi pribadi yang santun dan diterima oleh lingkungan sosial. Inilah TOP TEN etika makan : 


1. Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan. Meskipun menggunakan peralatan makan, tangan harus tetap bersih.

2. Makan dalam posisi duduk –tidak sambil jalan-jalan atau berlarian. Hindari pula mebiarkan anak bermain saat makan, bermain dengan makanannya atau menyambi makan dengan aktivitas lain seperti menonton televisi. Anak tidak dapat konsentrasi terhadap makanannya, alhasil ia cenderung tidak menghabiskan makanan. Duduk dengan posisi tegak lurus, bukan membungkuk atau kaki selonjoran.
Saat duduk di kursi makannya, pastikan kursi si kecil tidak terlalu rendah dari meja makan, sehingga tidak mengganggu aktivitas makan. Bila perlu gunakan high chair. Posisi lengan boleh ditumpu di atas meja, namun jangan biarkan siku ikut "duduk" di meja makan.

3. Berdoa sebelum dan sesudah makan. Anak perlu memahami bahwa makanan yang ada di depannya adalah rejeki dari Tuhan. Maka ia sepatutnya menghabiskan makanan yang ia ambil.

4. Tepat dan benar menggunakan peralatan makan. Sendok dan garpu digunakan sebagaimana fungsinya. Begitu juga bila memakai sumpit dan pisau –sediakan yang khusus untuk anak-anak dan ajarkan penggunaannya dengan benar.

Gunakan serbet bila ingin membersihkan mulut. Serbet hanya diperlakukan untuk mengelap mulut, bukan hidung atau tangan.

5. Mulailah makan bila semua masakan sudah terhidang di meja makan. Kenalkan juga aturan bahwa orang yang lebih tua dipersilahkan terlebih dahulu untuk mengambil makanan.

6. Makan dengan mulut tertutup dan tidak mengisi penuh mulutnya. Ia bisa tersedak atau malah tidak berselera makan. Makan dengan perlahan, tidak perlu terburu-buru.

Makan terburu-buru bisa membuat anak tersedak, selain terlihat tidak sopan karena seperti anak yang sangat kelaparan. Perbolehkan ia menyuap usai makanan yang ada di dalam mulutnya habis.

7. Ucapkan kata “terima kasih” setiap si kecil diberi atau diambilkan makanan oleh orang lain, kata “tolong” saat ia meminta diambilkan sesuatu, kata “maaf” bila ia tidak sengaja menjatuhkan atau menumpahkan makanan. 

Alangkah lebih baik jika si kecil mengucapkan “terima kasih” kepada orang yang sudah memasak makanan untuknya.

8. Hindari berkomentar negatif tentang makanan yang sudah dihidangkan, seperti, “Makanannya tidak enak. Aku tidak suka!” Lebih baik bila anak diajarkan untuk bilang, “Apakah ada makanan yang lain, bunda? Aku tidak terlalu suka.“

9. Ambil makanan sesuai dengan porsinya. Katakan padanya bahwa ia boleh tambah makanan jika ia merasa kurang. Ajarkan juga bertanggung jawab terhadap makanan yang sudah diambilnya. Jika ingin mengambil makanan, hindari bila tangan harus melewati piring orang lain, apalagi sampai tubuh si kecil ada di atas piring orang tersebut. Ajarkan ia untuk meminta tolong diambilkan oleh orang lain saja.

10. Tutup mulut dan katakan MAAF bila bersendawa. Hindari melarang si kecil untuk bersendawa karena ia bisa muntah. Makan dengan rapi. Hati-hati dan lakukan secara perlahan ketika mengambil atau mengaduk makanan. Jangan sampai makanan tercecer di atas meja.
Makan dengan tangan. Anggapan bahwa makan dengan tangan adalah kurang sopan tidak sepenuhnya benar. Ada manfaat yang bisa diperoleh anak, yaitu melatih kemampuan motorik halusnya dan belajar mengenal tekstur makanan. 

Lagipula, tidak semua makanan harus di makan dengan sendok, garpu atau sumpit –misalnya makan roti, hamburger, kentang goreng atau ayam goreng. Dan lagi, dalam budaya Indonesia, makan dengan tangan bukanlah hal tabu –bahkan merupakan hal baik dan kebiasaan yang dipujikan. Dari segi etika makan, selama posisi tubuh saat makan benar, perilaku makan sopan dan makan tidak berantakan, sah-sah saja.